Rabu, 13 Juli 2011

PETAKAKU?!

Oleh : Margita Widiyatmaka

tangan siapakah yang menjebakku hingga aku mandi darah?
kaki siapakah yang menyepakku hingga aku tetap di bawah?
bumi siapakah ini hingga aku tak bisa kepakkan sayap, tinggikan
langit di atasnya?

Yogyakarta, April 1989.

KESAN

***Buat : Abidah dan Dorothea

Oleh : Margita Widiyatmaka

lidah yang tajam menguak urat darah, lidah siapa kalau bukan
lidah Abidah?
mata yang menyala menembus cakrawala, mata siapa kalau bukan
mata Dorothea?
lidah Abidah pedang sejarah
mata Dorothea lompatan bunga

Abidah naik unta, Dorothea naik Honda
ha-ha-ha-ha ....................................   !

Karangmalang (yogyakarta), April 1989.

KEPASRAHAN

Oleh : Margita Widiyatmaka

Ya ... Rabbi!,
akan Kaujadikan apa aku ini?,
                     bertapa di bilik sunyi
                     kadang tertawa, tertawakan diri-sendiri
                     kadang menangis, menagisi tanganku yang tak bisa me=
                     mberi

Ya ... Rabbi!,
bilik bilakah ini?
       bila tenang nantikan petang
       bila mati nantikan malam
       bila hidup nantikan pagi
       bila hadap nantikan siang
       bila harap, nantikan pasti

Ya ... Rabbi!,
tiliklah bilikku, agar aku dapat berjabat tangan dengan-Mu!

Yogyakarta, April 1989.

TEPI KERTAS

Oleh : Margita Widiyatmaka

menusuk-nusuk, lalu membakarnya dengan geram
kobaran sepi jadi hitam

mimpikah aku?,
memasukkan hitamnya ke dalam gels
melihat muka tak lagi jelas

sadarkah aku?,
mengumbar emosi padanya, sama saja tak punya cermin untuk mawas

Yogyakarta, April 1989.

SANG GAYA

:Oleh : Margita Widiyatmaka

yeye, yoyo, maupun yaya
yang kece, yang loyo, yang biasa-biasa saja
barangkali cuma sang gaya

oh yeye, oh yaya, oh yaya
ada yang naik daun, ada yang lupa injak dahan
ada yang tertegun karena tak tahu apa-apa

Yogyakarta. Maret 1989.

SAYA YANG MEMBATU

Oleh : Margita Widiyatmaka

Mengenang-ngenang masa lalu, tidak tenang malah menggerutu
Menimang-nimang masa kini, tidak senang malah memaki

Percuma!,
masa datang tidak terkaji
lihat Jepang, lebih banyak memuji daripada mengerti
lihat Amerika, "Itu 'kan sang adikuasa!"
lihat Belanda, "Itu 'kan dulu Tuan saya!"
lihat Jerman, "Itu 'kan bangsa Aria!"

Berkali-kali saya singsingkan lengan baju, yang saya rasa cuma
itu!
Berkali-kali saya teriakkan kata maju, yang saya rasa cuma me-
mbatu

Yogyakarta, Maret 1989.

SYARATYANG MAU

Oleh : Margita Widiyatmaka

sesungguhnya
                     bubur yang mau babar
                     lahar yang mau luhur
                     subur yang mau sabar
                     sasar yang mau susur
                                                    busur yang pas
bagi anak=panah yang mau plasss .................... !

Yogyakarta, Maret 1989.