Oleh : Margita Widiyatmaka
tangan siapakah yang menjebakku hingga aku mandi darah?
kaki siapakah yang menyepakku hingga aku tetap di bawah?
bumi siapakah ini hingga aku tak bisa kepakkan sayap, tinggikan
langit di atasnya?
Yogyakarta, April 1989.
Rabu, 13 Juli 2011
KESAN
***Buat : Abidah dan Dorothea
Oleh : Margita Widiyatmaka
lidah yang tajam menguak urat darah, lidah siapa kalau bukan
lidah Abidah?
mata yang menyala menembus cakrawala, mata siapa kalau bukan
mata Dorothea?
lidah Abidah pedang sejarah
mata Dorothea lompatan bunga
Abidah naik unta, Dorothea naik Honda
ha-ha-ha-ha .................................... !
Karangmalang (yogyakarta), April 1989.
Oleh : Margita Widiyatmaka
lidah yang tajam menguak urat darah, lidah siapa kalau bukan
lidah Abidah?
mata yang menyala menembus cakrawala, mata siapa kalau bukan
mata Dorothea?
lidah Abidah pedang sejarah
mata Dorothea lompatan bunga
Abidah naik unta, Dorothea naik Honda
ha-ha-ha-ha .................................... !
Karangmalang (yogyakarta), April 1989.
KEPASRAHAN
Oleh : Margita Widiyatmaka
Ya ... Rabbi!,
akan Kaujadikan apa aku ini?,
bertapa di bilik sunyi
kadang tertawa, tertawakan diri-sendiri
kadang menangis, menagisi tanganku yang tak bisa me=
mberi
Ya ... Rabbi!,
bilik bilakah ini?
bila tenang nantikan petang
bila mati nantikan malam
bila hidup nantikan pagi
bila hadap nantikan siang
bila harap, nantikan pasti
Ya ... Rabbi!,
tiliklah bilikku, agar aku dapat berjabat tangan dengan-Mu!
Yogyakarta, April 1989.
Ya ... Rabbi!,
akan Kaujadikan apa aku ini?,
bertapa di bilik sunyi
kadang tertawa, tertawakan diri-sendiri
kadang menangis, menagisi tanganku yang tak bisa me=
mberi
Ya ... Rabbi!,
bilik bilakah ini?
bila tenang nantikan petang
bila mati nantikan malam
bila hidup nantikan pagi
bila hadap nantikan siang
bila harap, nantikan pasti
Ya ... Rabbi!,
tiliklah bilikku, agar aku dapat berjabat tangan dengan-Mu!
Yogyakarta, April 1989.
TEPI KERTAS
Oleh : Margita Widiyatmaka
menusuk-nusuk, lalu membakarnya dengan geram
kobaran sepi jadi hitam
mimpikah aku?,
memasukkan hitamnya ke dalam gels
melihat muka tak lagi jelas
sadarkah aku?,
mengumbar emosi padanya, sama saja tak punya cermin untuk mawas
Yogyakarta, April 1989.
menusuk-nusuk, lalu membakarnya dengan geram
kobaran sepi jadi hitam
mimpikah aku?,
memasukkan hitamnya ke dalam gels
melihat muka tak lagi jelas
sadarkah aku?,
mengumbar emosi padanya, sama saja tak punya cermin untuk mawas
Yogyakarta, April 1989.
SANG GAYA
:Oleh : Margita Widiyatmaka
yeye, yoyo, maupun yaya
yang kece, yang loyo, yang biasa-biasa saja
barangkali cuma sang gaya
oh yeye, oh yaya, oh yaya
ada yang naik daun, ada yang lupa injak dahan
ada yang tertegun karena tak tahu apa-apa
Yogyakarta. Maret 1989.
yeye, yoyo, maupun yaya
yang kece, yang loyo, yang biasa-biasa saja
barangkali cuma sang gaya
oh yeye, oh yaya, oh yaya
ada yang naik daun, ada yang lupa injak dahan
ada yang tertegun karena tak tahu apa-apa
Yogyakarta. Maret 1989.
SAYA YANG MEMBATU
Oleh : Margita Widiyatmaka
Mengenang-ngenang masa lalu, tidak tenang malah menggerutu
Menimang-nimang masa kini, tidak senang malah memaki
Percuma!,
masa datang tidak terkaji
lihat Jepang, lebih banyak memuji daripada mengerti
lihat Amerika, "Itu 'kan sang adikuasa!"
lihat Belanda, "Itu 'kan dulu Tuan saya!"
lihat Jerman, "Itu 'kan bangsa Aria!"
Berkali-kali saya singsingkan lengan baju, yang saya rasa cuma
itu!
Berkali-kali saya teriakkan kata maju, yang saya rasa cuma me-
mbatu
Yogyakarta, Maret 1989.
Mengenang-ngenang masa lalu, tidak tenang malah menggerutu
Menimang-nimang masa kini, tidak senang malah memaki
Percuma!,
masa datang tidak terkaji
lihat Jepang, lebih banyak memuji daripada mengerti
lihat Amerika, "Itu 'kan sang adikuasa!"
lihat Belanda, "Itu 'kan dulu Tuan saya!"
lihat Jerman, "Itu 'kan bangsa Aria!"
Berkali-kali saya singsingkan lengan baju, yang saya rasa cuma
itu!
Berkali-kali saya teriakkan kata maju, yang saya rasa cuma me-
mbatu
Yogyakarta, Maret 1989.
SYARATYANG MAU
Oleh : Margita Widiyatmaka
sesungguhnya
bubur yang mau babar
lahar yang mau luhur
subur yang mau sabar
sasar yang mau susur
busur yang pas
bagi anak=panah yang mau plasss .................... !
Yogyakarta, Maret 1989.
sesungguhnya
bubur yang mau babar
lahar yang mau luhur
subur yang mau sabar
sasar yang mau susur
busur yang pas
bagi anak=panah yang mau plasss .................... !
Yogyakarta, Maret 1989.
Langganan:
Postingan (Atom)